Tes Kebugaran : Tes tambahan MCU Rekrutmen Petugas Kesehatan Haji 2016


Kesehatanhaji.com – Akhirnya, tes potensi dan pengambilan Nomor Formulir (Online) untuk Rekrutmen Petugas kesehatan Haji 2016 masih belum ditutup dan namun rekrutmen petugas kesehatan haji sudah memasuki tahap Pengiriman berkas ke PO-BOX. Tahap ini akan berlangsung sampai tanggal 28 Februari 2016 (diperpanjang, sebelumnya tanggal 21 Februari 2016). Banyak berkas yang harus disiapkan seperti yang telah di download pada akun rekrutmen masing-masing calon petugas haji.
 
Kelengkapan berkas dan validitas data akan dijadikan pedoman pada tahap seleksi kali ini. Data yang kita masukkan saat proses pengisian data akan diperiksa oleh tim rekrutmen ditingkat provinsi. Tim ini akan memeriksa berkas dan akan memberikan feedback berkas apa yang masih kurang. Informasi kekurangan berkas akan dapat dilihat di akun masing-masing. Setelah itu, para pendaftar dapat melengkapi sampai masa penerimaan berkas susulan berakhir. Pada tahun 2016 ini berkas susulan akan dibuka setelah proses pemeriksaan berkas selesai.
Tahun ini pertama kali diberlakukan perubahan Paket Medical Check Up untuk calon petugas haji Indonesia. Perubahan tersebut adalah adanya tambahan yaitu : Tes Kebugaran pada Paket MCU Calon Petugas Kesehatan Haji.
Pada tahun-tahun sebelumnya, tes kebugaran dilakukan setelah selesai pelatihan integrasi ataupun kompetensi dan dipastikan berangkat dengan adanya Surat Penugasan dari Kementerian Kesehatan bagi petugas kesehatan haji Indonesia.
Belum semua Rumah Sakit mengetahui perubahan paket Medical Check Up bagi Calon Tenaga Kesehatan Haji. Menurut penelusuran penulis, ada beberapa rumah sakit yang masih belum menambahkan tes kebugaran ke dalam paket MCU Calon tenaga kesehatan haji, namun ada pula rumah sakit yang sudah menambahkannya.
Tentu saja merubah paket Medical Check Up memang tidak semudah membalikkan tangan, apalagi tes yang ditambahkan adalah tes kebugaran yang tidak bisa dilakukan di dalam rumah sakit secara bebas (tergantung tes kebugaran yang digunakan di rumah sakit tersebut).
Saya sendiri agaknya kurang setuju dengan dimasukkannya tes kebugaran ke dalam MCU calon petugas haji, karena tes tersebut akan kita ulang lagi sebelum pemberangkatan ke tanah suci. Tes kesehatan ini pun tidak gratis, maka dari itu sebenarnya agak sayang sih kalau setelah tes kesehatan -dengan membayarkan sejumlah uang untuk pemeriksaan MCU ini- lalu tidak lolos seleksi sebagai petugas kesehatan haji Indonesia, walaupun memang tidak ada pungutan lain selama proses rekrutmen petugas kesehatan haji.
 
Update 2017 : MCU calon petugas kesehatan haji MEMPERSYARATKAN ada tes kebugaran rockport
 
Informasi yang penulis terima, pemeriksaan kesehatan jama’ah haji memang dilakukan 2 kali, yaitu 6 bulan dan 3 bulan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Termasuk didalamnya yaitu tes kebugaran jama’ah haji. Mungkin inilah yang menyebabkan puskeshaji memasukkan tes kebugaran sebagai salah satu tes dalam paket MCU 2016 ini. Hal ini untuk mencegah petugas kesehatan haji tidak mengalami masalah kebugaran pada saat bertugas di Tanah Suci.
 
Dalam Standar Medical Check Up yang dikeluarkan oleh Puskeshaji, tes kebugaran termasuk dalam tes pendukung. Menurut penamaannya, seharusnya tes kebugaran bukanlah tes yang wajib dilakukan oleh calon petugas kesehatan haji. Tes pendukung, bisa mendukung kalau ada, tapi kalau tidak adapun tidak apa-apa, karena lolos tidaknya bisa ditentukan oleh faktor lainnya, seperti hasil tes potensi dan berkas pendukung lain (sertifikat, workshop, pelatihan dan lain-lain).
 
Bicara tentang tes kebugaran, sebenarnya tes ini sangat mudah dan mungkin pernah kita lakukan saat kita sekolah dulu. Pengalaman penulis pada tahun 2015 yang lalu, tes kebugaran sebelum keberangkatan ke tanah suci dilakukan dengan cara Harvard Step Test. Saya akan mengupasnya sedikit pada artikel ini.
 

Harvard Step Test

Harvard Step Test adalah suatu tes kesanggupan/kebugaran badan dinamis/fungsional.
Syarat Tes Kesanggupan/Kebugaran Badan dinamis yang baik menurut Harvard adalah sebagai berikut:
A. Tes harus memberikan pembebanan pada berbagai otot yang besar sehingga kesanggupan seseorang lebih dibatasi oleh kemampuan susunan kardiovaskuler  dan pernafasan (jantung-paru) dibanding kelelahan otot itu sendiri.
B. Tes harus sedemikian berat sehingga tidak lebih daripada 2/3 bagian yang di tes dapat menyelesaikan tes itu.
C. Tes harus dapat dikerjakan dengan baik tanpa memerlukan suatu keterampilan yang luar biasa.
Alat yang dipergunakan pada Harvard Step Test :
1.  Bangku (setinggi 45cm untuk laki-laki, 43cm untuk perempuan)
2.  Stopwatch
3.  Metronom
Langkah-langkah Harvard Step Test :
1. Sampel hanya menggunakan kaos dan celana olahraga tanpa sepatu, diminta untuk berdiri dengan tenang tetapi dengan penuh perhatian di depan bangku yang akan digunakan.
2. Sebuah metronom yang sebelumnya sudah diperiksa ketelitiannya, diatur irama dengan kecepatan 120x/menit.
3. Pada saat tanda “mulai” diberikan, sampel menempatkan salah satu kakinya diatas bangku tepat pada suatu ketukan metronom yang sekaligus merupakan tanda permulaan tes. Pada ketukan metronom yang kedua, sampel menempatkan kedua kakinya diatas bangku. Pada ketukan ketiga sampel turun dan menurunkan dulu kakinya yang pertama kali naik tadi. Pada ketukan keempat, kakinya yang kedua diturunkan pula, sehingga  sampel sekarang berdiri tegak lagi diatas lantai. Siklus ini terus diulangi sampai selama mungkin tapi tidak lebih dari 5 menit.
4. Sampel saat menaiki bangku harus tetap tegak dan tidak boleh membungkuk.
Harvard Step Test
5. Sampel harus mengikuti irama ketukan metronom dengan tepat, jika ada tanda-tanda gerakan tidak sesuai irama, maka peringatan diberikan supaya kembali mengikuti irama dengan baik.
6. Apabila irama/sikap tetap salah selama 10-15 detik, walaupun sudah diberikan peringatan, maka tes harus dihentikan dan lama masa kerja dicatat.
7. Untuk mencegah terjadinya kelelahan pada satu tungkai, sampel diizinkan  untuk sesekali mengubah langkahnya.
8. Saat tes dihentikan, kedua stopwatch dihentikan. Penghentian stopwatch pertama akan menunjukkan waktu lama masa kerja naik turun bangku, sedangkan penghentian stopwatch yang kedua merupakan tanda permulaan masa pemulihan sekaligus digunakan untuk menghitung nadi.
9. Nadi dihitung pada arteri radialis di pergelangan tangan dari 1-1,5 menit, 2-2,5 menit dan 3-3,5 menit.
10. Indeks kesanggupan badan dihitung.
11. Tiap tes didahului oleh suatu tes percobaan guna memberikan kesempatan kepada sampel untuk membiasakan diri naik turun bangku dan mengikuti irama metronom. Test percobaan ini hanya dilakukan sebentar saja. Setelah tidak merasa lelah sama sekali, barulah tes yang sesungguhnya dimulai.
12. Suhu kamar harus berada diantara 25’C- 35’C
Cara menghitung indeks kesanggupan badan:
Interpretasi Harvard Step Test Sumber : Repository USU.ac.id
Sebenarnya banyak tes kebugaran yang lain, namun Harvard Step Test ini adalah tes yang paling simple dan tidak membutuhkan banyak tempat. Namun penerapan jenis tes kebugaran yang digunakan dalam paket Medical Check Up Calon Petugas Kesehatan Haji tidak ditentukan dari Puskeshaji. Jenis tes yang digunakan diserahkan kepada masing-masing Rumah Sakit yang mengadakan MCU Calon Petugas Kesehatan Haji. Pada tahun 2017 tes kebugaran untuk calon petugas kesehatan haji adalah tes kebugaran jalan rockport.
Demikian kupasan singkat dari saya, semoga dapat menjadi sedikit pencerahan bagi kita semua. Kalau ada pertanyaan, kritik dan saran saya terima dan saya jadikan pertimbangan kedepannya. Syukron (sz)