Rencana Perjalanan Haji 2017 M 1438 H


Kesehatanhaji.com – Berikut adalah Rencana Perjalanan Haji 2017 M 1438 H atau RPH 2017. Bagi semua calon petugas atau petugas kesehatan yang nanti akan bertugas, semoga bisa menunaikan amanah dan menjadi petugas kesehatan haji yang mabrur, aamiin.



Ibadah Haji Tahun 2017 M / 1438 H ini jatuh pada Musim Panas

Perkiraan cuaca di Mekkah dan Madinah sekitar bulan Juli Agustus September 2017 M masih merupakan musim panas. Banyak yang perlu dipersiapkan oleh para petugas kesehatan nanti, mulai dari persiapan fisik, kesehatan maupun dari mental spiritual.

Rencana Perjalanan Haji 2017 M / 1438 H

Pada Rencana Perjalanan Haji tahun 2017 M atau 1438 H ini, masa operasional pemberangkatan dan pemulangan berlangsung selama 30 hari dengan rincian untuk gelombang 1 selama 15 hari dan gelombang 2 selama 15 hari. Pada masa operasional ini sangat diperlukan kerja cepat tepat dan efisien para Panitia Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Embarkasi dan Debarkasi. PPIH Embarkasi dan Debarkasi akan menjalankan tugasnya mempersiapkan jemaah haji di tanah air selama masa pemberangkatan ke Tanah Suci, biasanya mereka akan bertugas dari Asrama Haji masing-masing Embarkasi dan Debarkasi.
Pemberangkatan gelombang pertama (Gelombang 1) jemaah haji Indonesia akan mendarat di Madinah, sedangkan untuk jemaah haji gelombang kedua (Gelombang 2) akan mendarat di Jeddah dan langsung menuju Makkah. Jemaah haji Indonesia Kloter 1 atau kloter pertama akan menginjakkan kaki di Madinah pada tanggal 29 Juli 2017 M dan disusul oleh Kloter 2 dan seterusnya.

Melaksanakan Tarwiyah di Mina (Sunnah)

Pada tahun 2017 ini, hari Tarwiyah akan jatuh pada tanggal 28 Agustus 2017. Jemaah haji Indonesia yg melaksanakan tarwiyah akan bergerak ke Mina pada tanggal tersebut dan akan mabit selama semalam dan mempersiapkan diri untuk menuju Arafah ke-esokan harinya untuk melaksanakan wukuf.

Pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah tidak mewajibkan jamaah haji Indonesia untuk melaksanakan Tarwiyah, selain bukan merupakan rukun haji atau hanya sunnah, juga karena faktor cuaca yang panas akan beresiko kepada jemaah haji yang kebanyakan para lansia. Selain itu, akan menyulitkan koordinasi apabila terjadi sesuatu saat prosesi Tarwiyah di Mina.

Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah pada tahun 2017 ini akan jatuh pada hari Kamis tanggal 31 Agustus 2017. Seluruh jamaah haji dari seluruh dunia akan berkumpul di Padang Arafah untuk menunaikan salah satu rukun haji yaitu wukuf. Wukuf dilakukan sampai matahari terbenam pada tanggal 31 Agustus 2017.



Penting untuk diketahui bahwa ada tanda tempat dilakukannya wukuf, yaitu pada daerah yang ditandai dengan Arafah Start Here dan Arafah End Here. Di Arafah Banyak sekali Pohon hijau nan rindang, orang Arab Saudi menyebutnya sebagai Soekarno Tree atau Pohon Sukarno.


Di Padang Arafah juga terdapat satu-satunya Masjid yang dikenal dengan Masjid Namira, masjid yang digunakan saat musim haji saja. Semoga kita diberikan Allah untuk berwukuf di Padang Arafah.

Mabit di Muzdalifah

Setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah, para jamaah haji akan menuju ke Muzdalifah untuk melaksanakan mabit disana. Muzdalifah adalah daerah terbuka di antara Mekkah dan Mina di Arab Saudi yang merupakan tempat jamaah haji diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah (Setelah Melaksanakan Wukuf). Muzdalifah terletak di antara Ma’zamain (dua jalan yang memisahkan dua gunung yang saling berhadapan) Arafah dan lembah Muhassir. Luas Muzdalifah adalah sekitar 12,25 km², di sana terdapat rambu-rambu pembatas yang menentukan batas awal dan akhir Muzdalifah. Sama seperti di Arafah, ada rambu-rambu Muzdalifah Start Here dan Muzdalifah End Here.
Di Muzdalifah, pada jemaah haji akan melaksanakan Mabit atau bermalam selama semalam. Apabila tidak melakukannya, maka wajib membayar Dam. Para jamaah ada yang meninggalkan Muzdalifah lewat tengah malam ada pula yang mengikuti sunnah Rosulullah yaitu mabit sampai setelah shalat subuh baru kemudian menuju Mina. Para Jamaah juga dapat mengambil batu untuk melempar jumrah nanti pada tanggal 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah tergantung mau mengikuti nafar awal atau nafar tsani.

Melempar Jumroh

Setelah sampai di Mina, pada jamaah akan melakukan perjalanan ke Jamarat. Dari Mina kurang lebih 2-3 km, jadi pulang pergi sekitar 5-6 km dari pemondokan di Mina. Pada hari Nahr atau tanggal 10 Dzulhijjah, para jemaah haji yang masih memakai ihram akan melakukan salah satu rukun haji yaitu melempar jumrah aqobah. Letak Jamarat Aqobah berada paling akhir diantara jamarat yang lain. Bila sesuai dengan urutan tempat di Jamarat, maka jamrah Ula, Wushto, Aqobah.

Pada hari Tasyrik atau hari setelah hari Narh, tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, para jamaah akan melempar ke 3 jamrah tadi, Ula, Wushto dan Aqobah.

Thawaf Ifadah, Sai dan Tahalul

Setelah selesai melaksanakan prosesi ibadah haji di Mina, para jamaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Ifadah, kemudian Sai dan Tahalul. Setelah semua rangkaian ibadah tadi selesai, maka selesai pula prosesi ibadah haji para jamaah haji Indonesia. Kemudian para jamaah akan segera di pulangkan ke Tanah Air.
Semoga Pada tahun ini, banyak jemaah haji dan petugas haji yang menjadi Mabrur
Apabila ada kesalahan silahkan berkomentar di kolom komentar, jazakumullahu khoiron




0 Response to "Rencana Perjalanan Haji 2017 M 1438 H"

Post a Comment

Mohon Tidak Bertanya seputar informasi jemaah haji dan proses rekrutmen. Karena kami diluar kepanitiaan rekrutmen.