Cara Mengurus Paspor untuk Petugas Kesehatan Haji Indonesia


Kesehatanhaji.com – Pengumuman penerimaan petugas kesehatan haji Indonesia telah dilakukan pada tahun ini. Banyak persiapan yang harus dilakukan oleh calon petugas kesehatan haji Indonesia, diantara yang harus disiapkan adalah pembuatan Paspor. Bagi yang pernah membuat paspor, maka tidak masalah, bagi yang belum, butuh sedikit panduan.


Cara Mengurus Paspor untuk Petugas Kesehatan Haji Indonesia

Datanglah ke Kantor Imigrasi terdekat, kemudian mintalah formulir permohonan Paspor Baru kepada petugas. Hindari Calo Pengurusan Paspor

Membuat Paspor Baru

# 1. Mengisi formulir permohonan secara lengkap dengan huruf cetak dan tinta hitam
# 2. Bukti domisili (Asli dan Fotokopi)
Bukti domisili bisa berupa :
– Kartu Tanda Penduduk (*wajib) Yang masih berlaku
– Resi Kartu Tanda Penduduk [jika masih mengurus penggantian KTP]
– Keterangan domisili dari kecamatan
– Kartu Keluarga bagi daerah yang mengeluarkan KK (*wajib)
# 3. Bukti Identitas Diri (Asli dan Fotokopi) (*minimal pilih salah satu)
– Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir
– Akte Perkawinan/Surat Nikah
– Ijazah
# 4. Ijin instansi bagi PNS, ABRI dan Kepolisian
# 5. Surat Keterangan dari Kemenag bahwa anda adalah petugas kesehatan haji
Pengalaman penulis, pada tahun 2015 dahulu, saat mengurus paspor tidak perlu mengurus dan membawa surat keterangan dari Kemenag. Cukup membawa surat pemanggilan pelatihan kompetensi atau pembekalan integrasi petugas kesehatan haji Indonesia.
Namun di Halaman Facebook Kesehatan Haji, ada salah satu petugas yang menggunakan surat keterangan dari Kemenag untuk mengurus paspor. Mungkin surat ini diperlukan saat belum ada surat panggilan dari Kementrian Kesehatan RI untuk melakukan pelatihan kompetensi petugas kesehatan haji Indonesia.
Dari pihak Imigrasi pun tidak mempersyaratkan untuk mengurus surat keterangan petugas kesehatan haji dari Kemenag, cukup menunjukkan bukti bahwa anda adalah petugas kesehatan haji Indonesia yang akan berangkat bertugas tahun ini. Surat Keterangan dari Kemenag, awalnya hanya digunakan untuk pengurusan paspor calon jemaah haji Indonesia, kebijakan ini baru diberlakukan mulai tahun lalu.
Update 2017 : Ternyata ada beberapa Kantor Imigrasi yang meminta surat keterangan dari Kemenag, bahwa anda adalah petugas kesehatan Haji Indonesia yang akan bertugas. Adapula Kantor Imigrasi yang meminta SK atau Surat Tugas Petugas Kesehatan Haji Indonesia, ini tidak mungkin, karena SK atau Surat Tugas baru akan dikeluarkan setelah calon Petugas Kesehatan Haji Indonesia sudah menjalani Pelatihan dan dinyatakan lulus.
Untuk lebih jelasnya, silahkan datang langsung ke Kantor Imigrasi terdekat untuk menanyakan hal tersebut.
TIPS : Apabila tempat tinggal anda jauh dari Kantor Imigrasi, lebih baik dibawa saja semua dokumen yang kira-kira dibutuhkan.

Biaya Pembuatan Paspor Petugas Kesehatan Haji Indonesia

Biaya pembuatan paspor baru sudah diatur Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2015. Berdasarkan peraturan pemerintah tersebut, biaya pembuatan Paspor / SPRI (Surat Dokumen Perjalanan Republik Indonesia) adalah sebagai berikut:
  • Paspor Biasa 48 Halaman bukan E-Paspor Rp. 300.000,-
  • Jasa penggunaan teknologi sistem informasi manajemen keimigrasian Rp. 55.000,-
  • Biaya Sidik jari Rp. 0,-
Untuk paspor yang habis masa berlaku syarat dan biaya sama dengan paspor baru
Paspor Haji Menggunakan Paspor biasa, 48 Halaman

 Ketentuan Paspor Petugas Kesehatan Haji Indonesia ke Arab Saudi

  1. Paspor yang digunakan, sama dengan paspor yang digunakan calon jemaah haji Indonesia yaitu Paspor Biasa
  2. Berwarna hijau, 48 halaman, Mengapa sama dengan Paspor Kunjungan Biasa?
  3. Nama pada paspor minimal terdiri dari 3 huruf agar bisa dikeluarkan Visa oleh Kedutaan besar Arab Saudi

Mengubah Nama Paspor Menjadi 3 Huruf

Kondisi ini apabila anda sudah memiliki paspor, namun nama yang tertera pada paspor hanya terdiri dari 2 huruf. Anda wajib melakukan perubahan nama dengan menambahkan satu huruf di Paspor anda agar bisa digunakan untuk bepergian atau bertugas sebagai petugas kesehatan haji di Arab Saudi. Anda bisa menambahkan nama ayah, nama marga dan harus sinkron dengan nama marga atau ayah anda.


Tidak perlu membuat paspor baru, menurut pengalaman yang dishare di Facebook Kesehatan Haji, cukup diberikan keterangan penambahan kata pada nama di bagian belakang Paspor anda.

Kapan Sebaiknya Membuat Paspor untuk Petugas Kesehatan Haji Indonesia

Paspor untuk petugas kesehatan Haji Indonesia sebaiknya dibuat setelah mendapat pengumuman lolos nominasi pelatihan Petugas Kesehatan Haji Indonesia. Tujuannya adalah agar pembuatan paspor tidak mengganggu proses pelatihan mengingat pembuatan paspor butuh waktu yang cukup lama (tidak sehari jadi) dan paspor harus sudah siap apabila diminta oleh Panitia Penyelenggara Pelatihan. Paspor biasanya akan diminta untuk dikumpulkan pada saat pelatihan, bisa saat pelatihan kompetensi bisa saat pembekalan integrasi.
Itulah sedikit tentang Pembuatan Paspor Petugas Kesehatan Haji Indonesia. Sebenarnya pembuatan Paspor ini bisa dilakukan secara online, namun sering terjadi kendala di beberapa kantor Imigrasi sehingga kami sarankan untuk melakukan pembuatan secara offline dengan datang langsung ke Kantor Imigrasi terdekat.
Apabila ada kekurangan atau kesalahan atau tambahan informasi, silahkan disampaikan lewat kolom komentar, terima kasih