Tahun 2017 Jemaah Haji Iran Kembali bisa Berhaji


Kesehatanhaji.com – Setelah pada tahun 2016 lalu, pemerintah Arab Saudi tidak mengeluarkan visa haji untuk jemaah haji asal Iran, mulai tahun ini jemaah haji asal Iran dapat kembali menunaikan Ibadah Haji di Tanah Suci. Hal ini disampaikan oleh otoritas Arab Saudi yang dikutip oleh beberapa media tanah air.
Kebijakan tahun 2016 tersebut diakibatkan oleh ketegangan antara Arab Saudi dan Iran yang diikuti pembakaran Kedutaan Arab Saudi di Iran oleh pengunjuk rasa. Pembakaran kedutaan Arab Sadui tahun 2016 lalu, disebabkan gelombang protes karena pemerintah Arab Saudi mengeksekusi salah seorang ulama Syiah dan 47 orang pengikut syiah yang terbukti merencanakan kegiatan terorisme di Arab Saudi.


Dikutip dari Liputan6.com, bahwa pelayanan dan organisasi haji Iran telah menyelesaikan seluruh langkah untuk memastikan jemaah haji asal Iran dapat menunaikan ibadah haji tahun ini, 1438 H atau 2017 M. Mereka juga telah menyelesaikan seluruh prosedur yang diperlukan untuk menyelenggarakan pelayanan haji sebagaimana negara-negara muslim lainnya, dikutip dari Al Jazeera.

Arab Saudi sepakat meningkatkan kuota Haji Iran 35% tahun ini

Dilansir dari kantor berita di Tasnim, pada tanggal 26/04/2017, Pemerintah Arab Saudi sepakat untuk memberikan tambahan kuota haji 35% kepada jemaah haji Iran. Pada tahun ini, pemberangkatan haji Iran diprioritaskan jemaah haji yang tidak bisa berangkat pada tahun 2016 yang lalu. Penambahan kuota ini diharapkan mampu memperpendek jarak antrian haji di Iran dan memperbaiki hubungan kedua negara dalam pelayanan haji.

Kementrian Haji Arab Saudi sebenarnya telah berkomitmen akan menyambut baik seluruh umat muslim yang akan menunaikan ibadah haji, walaupun mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Namun tetap harus menghormati ketentuan yang ada di Arab Saudi sebagai Tuan Rumah.

Kerajaan Arab Saudi dan Republik Iran merupakan negara yang saling berdekatan, namun kedekatan tersebut tidak menjadikan kedua negara akur. Iran merupakan salah satu negara dengan pemerintahan Syiah, mereka berusaha menyebarkan paham paham syiah di negara negara muslim yang mayoritas penduduknya adalah sunni. Bahkan tak jarang, para pengikut syiah di kawasan tersebut mengajak para penduduknya melakukan revolusi, menggulingkan pemerintahan, seperti yang terjadi di beberapa negara di timur tengah.

Sejarah mencatat, Arab Saudi pernah memboikot pelaksanaan haji Iran pada tahun 1988, 1989 dan 1990. Hal tersebut karena terjadi bentrokan antara jemaah haji Iran dengan Polisi Saudi pada tahun 1987 yang menewaskan 400 jemaah haji pada saat itu.

Hubungan kedua negara kembali membaik pada tahun 1990, jemaah haji Iran pun kembali bisa melakukan ibadah haji di Arab Saudi. Namun beberapa tahun terakhir ini, hubungan kedua negara tersebut kembali memanas. Hal tersebut dipicu oleh adanya perbedaan pandangan tentang konflik di Suriah dan Yaman.

Ajaran Syiah yang di anut Iran memang sangat berbeda dengan ajaran Ahlusunnah (Sunni). Mereka (Syiah) sepakat bahwa sahabat Nabi banyak yang kafir setelah meninggalnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam,  termasuk diantara yang dikafirkan adalah para sahabat yang dijamin masuk surga oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Sedangkan Sunni, mereka memuliakan para sahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam.

Semoga Pelayanan Haji tahun ini lebih baik dari tahun tahun sebelumnya. Adanya jemaah haji Iran yang jumlahnya cukup banyak, dan juga pemahaman mereka yang beragam, keamanan harus lebih ditingkatkan, para petugas haji harus lebih bekerja ekstra demi kenyamanan jemaah haji Indonesia.




0 Response to "Tahun 2017 Jemaah Haji Iran Kembali bisa Berhaji"

Post a Comment

Mohon Tidak Bertanya seputar informasi jemaah haji dan proses rekrutmen. Karena kami diluar kepanitiaan rekrutmen.