PPIH Kesehatan 2017 Sebagian Berpaspor Biru Visa Non-Haji


Kesehatanhaji.com – Persiapan untuk menyambut pelaksanaan ibadah haji 1438 H / 2017 M telah dimulai. Beberapa kementrian saat ini telah sibuk menyiapkan segala sesuatunya, termasuk dari Kementrian Kesehatan RI. Dalam Rapat Koordinasi dengan Komisi IX DPR RI, Menkes mengajukan penambahan jumlah petugas kesehatan haji Indonesia PPIH Kesehatan yang justru pada tahun ini dikurangi jumlahnya menjadi 268 petugas.



Kendati jumlah jemaah haji 1438 H atau 2017 M ini meningkat, namun hal ini tidak dirasakan bagi tim PPIH Kesehatan yang akan bertugas di Arab Saudi. Pada tahun 2016 kemarin jumlah PPIH Kesehatan sebanyak 306 petugas, sedangkan pada tahun ini turun menjadi 268 petugas. Tentu kondisi ini akan memperberat kerja petugas kesehatan disana, karena jumlah jemaah haji yang semakin banyak dan 60% lebih merupakan jemaah haji risti.

Hal ini seperti diungkapkan saat rapat koordinasi pelayanan haji dengan Komisi IX DPR RI. Menkes mengajukan penambahan kuota petugas kesehatan haji sebanyak 64 petugas lagi guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan haji disana.

“Dengan penambahan kuota jemaah haji dari kuota 168.800 tahun 2016 menjadi 221.000 tahun 2017, 63 persen di antaranya adalah jemaah risti (risiko tinggi), beberapa kegiatan perlu dikoordinasikan. Pertama, usulan penambahan petugas kesehatan haji Indonesia, yaitu usulan penambahan 64 orang,” kata Nila  (5/6/2017).

Jumlah Tempat Tidur Rawat Inap di KKHI Meningkat

Pengajuan penambahan jumlah petugas PPIH Kesehatan bukan tanpa alasan, pasalnya jumlah ruangan rawat inap di KKHI meningkat dari 150 menjadi 250 kamar. Tentu hal ini harus menjadi perhatian serius karena beban kerja tenaga kesehatan bertambah berat sehingga pelayanan kesehatan haji untuk jemaah menjadi kurang maksimal. Disamping itu, jumlah jemaah haji Rsiti (resiko tinggi) yang bertambah, maka diperkirakan angka rawat inap pun tinggi.

Jumlah Jemaah Haji Risti Meningkat, Butuh Tim Gerak Cepat Lebih Banyak

Bukan hanya tenaga kesehatan yang diusulkan untuk ditambah, tetapi juga tenaga tim pendukung kesehatan.
Di sektor khusus, di terminal bus, sekaligus untuk memperkuat pendekatan preventif dan promotif dari gerak cepat di pondokan dan tenda Armina,” kata Nila saat rapat dengan Komisi IX DPR RI

Bapak Menag, kami memohon maaf kekurangan sebanyak 38 orang yang semula 306 menjadi 268 orang untuk tahun 2017. Petugas kesehatan yang hanya 268 harus melayani 221.000 jemaah haji, akan memperberat kerja para petugas kesehatan haji,” tutur Nila.

“Menyebabkan distribusi petugas kesehatan di tempat ibadah yang berpotensi mengurangi kecepatan tanggap darurat dalam perlindungan keselamatan haji,” tuturnya


Tanggapan Kemenag Tentang Usulan Penambahan Kuota Bagi Petugas Kesehatan Haji

“Kami sangat amat bisa memahami betapa perlunya menambah petugas kesehatan kita karena memang mereka betul-betul riil diperlukan di lapangan. Tapi ya itu apa boleh buat, kita tidak bisa memenuhi harapan Ibu Menkes karena karena keterbatasan kuota yang disediakan oleh pemerintah Saudi Arabia,” kata Lukman di ruang rapat Komisi IX DPR, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2017).

Menag Lukman juga menyampaikan bahwa kuota petugas hanya bertambah 250 petugas, dimana pada tahun lalu jumlah petugas berjumlah 3250 petugas, menjadi 3500 petugas. Hal ini sebenarnya masih dirasa kurang karena jumlah penambahan jemaah haji 52.000 jemaah haji.

Sementara jumlah jemaah kita penambahannya 52.000. Namun demikian, sebenarnya ada penambahan 340 petugas medis, tidak kurang dari 113 dokter dan selebihnya adalah para medis yang menyertai kloter,” ujarnya.

Sehingga petugas TKHI (tim kesehatan haji Indonesia) pun bertambah banyak. Nah ini lah yang akan kita berdayakan agar mereka juga bisa diakses oleh jemaah yang lain,” jelas Lukman.

Strategi Kemenkes untuk menambah jumlah Petugas Kesehatan Haji Indonesia

Pada rapat tersebut, Menkes menyampaikan solusi untuk mengurangi kekurangan tenaga kesehatan haji Indonesia pada tahun ini, yaitu dengan menerbitkan visa non-haji kepada petugas kesehatan yang memenuhi persyaratan. Visa non-haji ini tidak bisa digunakan untuk berhaji, hanya khusus dan fokus bertugas sebagai petugas kesehatan haji Indonesia.


Tentu saja Kementrian Kesehatan tidak bisa memutuskannya sendiri, pihak kementrian kesehatan akan bekerja sama dengan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memberikan visa non-haji tersebut.

Jadi khusus tahun 2017 ini, ada beberapa petugas PPIH yang akan mendapatkan visa non-haji. Kabar ini sudah dikonfirmasi pada beberapa anggota Facebook Fans Page Petugas Kesehatan Haji Indonesia.

Kami kira, hal ini tidak menjadi masalah bagi sejawat tenaga kesehatan yang sudah pernah bertugas sebagai TKHI, karena rata-rata mereka sudah menunaikan ibadah haji. Berburu pahala, menjadi pelayanan kesehatan tamu Allah, InsyaAllah mendapatkan pahala yang besar dari Allah subhanahuwata’ala.




0 Response to "PPIH Kesehatan 2017 Sebagian Berpaspor Biru Visa Non-Haji"

Post a Comment

Mohon Tidak Bertanya seputar informasi jemaah haji dan proses rekrutmen. Karena kami diluar kepanitiaan rekrutmen.