Pencarian Berita Haji

Potensi Rekam Biometrik Hambat Keberangkatan Umroh


Kesehatanhaji.com - Beberapa media di Indonesia sedang hangat-hangatnya membahas masalah Perekaman Biometrik untuk pengurusan visa jamaah umroh. Banyak diantaranya berkomentar bahwa perekaman ini sangat merepotkan dan berpotensi menunda keberangkatan jamaah umroh Indonesia yang sudah terjadwal.



Sejak tanggal 24 Oktober 2018, pemerintah Arab Saudi mewajibkan perekaman Biometrik bagi seluruh jamaah umroh yang menurus visa berkunjung ke Arab Saudi. Saya pun sebenarnya penasaran dengan istilah "biometrik", sebenarnya apa sih yang dimaksud perekaman biometrik ini dan apa gunanya.

Perekaman Biometrik adalah suatu tehnik perekaman tentang karakteristik biologi yang terukur, bisa dikatakan perekaman ciri-ciri seseorang dengan menggunakan instrumen yang telah baku sehingga dapat diukur dengan baik. Dari perekaman ini didapatkan banyak data tentang tubuh seseorang. Contoh aplikasi perekaman biometrik adalah perekaman sidik jari, pemindaian wajah, retina dan lain sebagainya. Perekaman ini akan membedakan ciri khas setiap individu sehingga akan sangat berguna untuk kepentingan indentifikasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kebijakan Pemerintah Arab Saudi ini diterapkan guna menjamin para pengunjung negaranya aman, terlindungi dan dipastikan mendapatkan fasilitas yang memadahi saat berada di Arab Saudi.

Selain Kerajaan Arab Saudi, ternyata banyak negara yang sudah memberlakukan peraturan ini lho, sebut saja 'koloni' atau negara-negara UniEropa. Negara-negara tersebut tidak ingin ada penyalahgunaan visa. Di negara-negara UniEropa, setiap permohonan visa harus dilakukan perekaman Biometrik, dikecualikan beberapa orang diantaranya anak-anak dibawah 12 tahun dan kepala negara. Anda bisa lihat disini : https://www.vfsglobal.se/Indonesia/Bahasa/Biometric.html

"Jujur nih, berapa sih angka penyalahgunaan visa umroh Indonesia di Arab Saudi? Berapa angka yang kemudian berujung deportasi WNI dari sana. Inilah salah satu gunanya perekaman biometrik ini."

Di Indonesia perekaman harus dilakukan di VFS Tasheel, dan jaraknya lumayan jauh bagi jemaah umroh. Disebutkan dibeberapa website bahwa ada calon jemaah umroh dari Riau, melakukan perjalanan 2 hari hanya untuk melakulan perekaman biometrik ini. Tentu ini sangat menyulitkan calon jemaah umroh Indonesia.


Namun ternyata ada yang tidak ada kendala jauh, misal yang dimuat pada artikel berikut ini https://nasional.kontan.co.id/news/semakin-mudah-mengurus-biometrik-untuk-umrah-dan-haji


Tentu saja wajar banyak yang Pro dan Kontra, bahkan ada yang tidak mengenakan adalah tuduhan bahwa ini adalah bisnis dari Kerajaan Arab Saudi agar penerimaan negaranya semakin banyak, tapi menurut saya tidak demikian. Wajar sebenarnya ada biaya, apalagi VFS ini berada di Indonesia, kalau Indonesia menggratiskan semua biaya operasional VFS Tasheel ini, mungkin juga tidak terlalu mahal atau bahkan bisa gratis.

Biasanya yang kontra adalah biro umrohnya. Mereka kebanyakan memberikan janji pengurusan visa gratis via travel, mungkin hal ini yang membuat kontra selain hal pelayanan di VFS Tasheel yang jauh dan lama. Silahkan baca disini https://travel.detik.com/travel-news/d-4226983/ada-aturan-baru-visa-umrah-himpuh-tanya-legalitas-vfs-tasheel

"Bahkan yang tidak mengenakkan, ada unjuk rasa calon jemaah umroh menolak VFS Tasheel ini. seperti yang dimuat beberapa media sosial di tanah air"

Pemerintah Indonesia akhirnya merasa perlu turun tangan. Melalui Kementrian Agama RI, telah menyampaikan keberatan tertulis terkait dengan wajibnya perekaman biometrik untuk pengurusan visa calon jemaah umroh. Seperti yang dimuat dalam website resmi Kemenag : https://haji.kemenag.go.id/v3/content/dirjen-phu-keberatan-biometrik-sebagai-syarat-visa

Pemerintah Arab Saudi saat ini telah membahas masalah perekaman Biometrik ini. Tentu saja yang diinginkan adalah yang terbaik bagi semua pihak. Pemerintah Arab Saudi pun tidak mau menyulitkan umat Islam yang ingin mengunjungi Al Haramain (Mekkah dan Madinah), namun tetap harus memperhatikan kebijakan luar negeri Arab Saudi. Indonesia pun sebaiknya menghormati kebijakan tersebut untuk menjaga hubungan baik dengan Pelayan Kedua Kota Suci Umat Islam.

Pemerintah Arab Saudi sedang meningkatkan kewaspadaan, karena kondisi Timur Tengah yang tidak stabil akhir-akhir ini dan juga masalah penyalahgunaan visa yang tinggi.

Semoga segera mendapatkan solusi yang baik bagi semua pihak.

0 Response to "Potensi Rekam Biometrik Hambat Keberangkatan Umroh"

Post a Comment

Mohon Tidak Bertanya seputar informasi jemaah haji dan proses rekrutmen. Karena kami diluar kepanitiaan rekrutmen.