Himbauan MUI Tentang Perayaan Imlek Cap Go Meh


Hari Raya Imlek merupakan salah satu hari raya yang dijadikan sebagai hari libur di Indonesia. Hari Raya ini merupakan hari raya etnis Tionghoa. Hari Raya Imlek biasanya diikuti oleh perayaan Cap Go Meh (hari terakhir perayaan imlek, hari ke-15 imlek). Di Indonesia banyak sekali macam perayaannya, kembang api, barongsai dan lain sebagainya yang tentu saja sangat menarik untuk disaksikan. Namun sebagai umat Islam di Indonesia, MUI telah mengeluarkan Himbauan terkait perayaan Imlek Cap Go Meh ini.

Perayaan Imlek Cap Go Meh di Indonesia mempunyai sejarah panjang. Setelah sempat dilarang oleh pemerintahan Presiden Soeharto, perayaan Imlek  Cap Go Meh diperbolehkan kembali oleh presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur) dengan dicabutnya Inpres Nomor 14/1967 dan dikeluarkannya Keppress 19 tahun 2001 yang menyatakan bahwa hari raya Imlek merupakan salah satu hari libur nasional Indonesia. 1

Hari Raya Umat Islam

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan bahwa hari raya bagi umat Islam hanya 2, yaitu Idul  Fitri dan Idul Adha, sebagaimana sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam :
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ « قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. An Nasai & Muslim). 2


Larangan Umat Muslim Mengikuti Orang Kafir

Setiap muslim harus memahami bahwa mengikuti orang kafir adalah perilaku yang dilarang dalam Islam. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad Shallallau alaihi wasallam :

Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ 



"Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud) 3


Menjauhi Umat lain saat Hari Raya mereka

Ini adalah perkataan dari salah satu sahabat Nabi alaihi wasallam, yaitu perkataan Umar bin Khotob, beliau mengatakan :

اجتنبوا أعداء الله في عيدهم

“Jauhilah orang-orang kafir saat hari raya mereka” (HR. Al Baihaqi)


Himbauan MUI berupa Larangan Ucapan Cap Go Meh

MUI Sambas mengeluarkan himbauan tentang larangan mengikuti perayaan Imlek Cap Go Meh. Himbauan MUI ini dikeluarkan karena beberapa hal, yaitu :
  1. Perayaan Cap Go Meh merupakan perayaan masyarakat Etnis Tionghoa yang bukan merupakan bagian dari perayaan bagi umat Islam
  2. Perayaan Cap Go Meh merupakan tradisi dan keyakinan yagn berhubungan dengan kepercayaan tertentu yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam
  3. Untuk menjaga aqidah, ketauhidan dan terhindar dari kemusyrikan khususnya bagi umat Islam
Himbauan MUI terkait Imlek Cap Go Meh

Himbauan MUI Bukan Bentuk Intoleransi Beragama

Himbauan MUI sekali lagi bukan untuk umat agama lain, himbauan ini hanya untuk umat Islam. Adapun seorang muslim yang tetap mengucapkan ucapan selamat hari Imlek atau bahkan ikut merayakannya maka ini adalah bentuk dari ketidaktahuan fakta tentang hari raya Imlek Cap Go Meh.
 
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah ada sebagian oknum yang menggoreng berita himbuan MUI dikatakan sebagai bentuk intoleransi dalam beragama. Tentu saja hal ini tidak benar.

Sikap toleransi muslim terhadap hari raya pemeluk agama lain adalah dengan membiarkan pelaksanaannya dan tidak ikut serta merayakannya, karena terdapat larangan dari Rosulullah shallallahu alaihi wasallam tentang hal ini. Allah subhanahuwata'ala berfirman :

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُ‌ونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦

“Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, (1) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (2) Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah. (3) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (4) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah. (5) Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (6)” (QS. Al Kafirun: 1-6) 5


Alangkah baiknya kita sebagai umat Islam memberikan toleransi kepada etnis tionghoa untuk merayakan hari raya Imlek Cap Go Meh sebagaimana yang telah diatur oleh pemerintah, dan sekaligus tidak melakukan atau turut serta merayakan Hari Imlek tersebut.

Khasanah lebih lengkap :
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_Baru_Imlek
2. https://muslim.or.id/19858-hanya-ada-dua-hari-raya-dalam-islam.html
3. https://muslim.or.id/22750-fatwa-ulama-batasan-dalam-menyerupai-orang-kafir.html
4. https://muslim.or.id/35319-ijma-ulama-larangan-mengucapkan-selamat-pada-hari-raya-non-muslim.html
5. https://rumaysho.com/2146-lakum-diinukum-wa-liya-diin.html

0 Response to "Himbauan MUI Tentang Perayaan Imlek Cap Go Meh"

Post a Comment

Mohon Tidak Bertanya seputar informasi jemaah haji dan proses rekrutmen. Karena kami diluar kepanitiaan rekrutmen.