Jemaah ONH Plus Tidak Bisa Minta Obat ke Klinik Indonesia


Kesehatanhaji.com - Jemaah Haji Khusus atau sering disebut dengan Jemaah ONH Plus pada tahun ini tidak lagi bisa mendapat obat dari Klinik Indonesia di Arab Saudi selama musim haji berlangsung. Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Puskeshaji, Dr. Eka Jusuf Singka di sela Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi 2019 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada tanggal 25 April 2019 lalu.

Selama ini pelayanan kesehatan jemaah khusus memang dapat dilayani oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), namun untuk obat biasanya mereka dapat dari dana haji khusus yang memang tidak masuk dalam BPIH Reguler.

KKHI Mekkah - dokumentasi sehatnegeriku.com

"Karena mereka itu kan akomodasinya, transportasinya, konsumsinya dikoordinir oleh penyelenggaranya yang khusus. Makanya mereka itu gak masuk embarkasi, makannya juga khusus, dan hotelnya juga khusus," jelas beliau. "Mereka punya dana, mereka punya uang,"  tambahnya.

Apabila ada jemaah haji yang membutuhkan obat, maka pihak penyelenggara haji khusus atau dalam hal ini dibantu oleh tim kesehatan haji khusus yang harus mengusahakan obat tersebut.

Haji Khusus inipun diatur secara rinci dalam Peraturan Menteri Agama No. 23 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus.

Antrian haji reguler yang semakin lama, membuat banyak jemaah haji yang berminat untuk menggunakan jalur haji khusus ini.

Pada tahun 2019 ini, jumlah jemaah haji khusus diperkirakan 17 ribu jemaah.

0 Response to "Jemaah ONH Plus Tidak Bisa Minta Obat ke Klinik Indonesia"

Post a Comment

Mohon Tidak Bertanya seputar informasi jemaah haji dan proses rekrutmen. Karena kami diluar kepanitiaan rekrutmen.