Keutamaan Meninggal Bulan Ramadhan


Masyarakat Indonesia meyakini bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan merupakan bulan yang baik, termasuk di antaranya ada keyakinan bahwa apabila seseorang meninggal pada bulan Ramadhan maka dia Husnul khotimah. 


Apakah benar seperti itu? Adakah dalil dari AlQuran maupun dari Hadist Nabi shallallahu alaihi wasallam yang menyebutkan bahwa meninggal pada bulan Ramadhan memiliki keutamaan yaitu Husnul khotimah. Mari kita simak berikut ini.

Tidak ada pembahasan secara khusus dalam Al-Qur'an maupun al-Hadis mengenai keutamaan meninggal pada bulan Ramadan atau di waktu-waktu tertentu seperti yang diungkapkan oleh Syekh Utsaimin rahimahullah, beliau menjelaskan bahwa keutamaan meninggal di hari tertentu atau bulan tertentu tidak ada yang shahih. Beliau menerangkan bahwa karena pahala amal karena pahala tergantung amalannya itulah yang ia usahakan. 

Maka bisa saja orang yang semasa hidupnya dia berbuat jelek belum sempat bertaubat namun dia meninggal pada bulan Ramadhan maka belum tentu Husnul khotimah karena amalan amalan semasa hidupnya mencerminkan bagaimana dia Husnul khotimah atau Su'ul khotimah karena tidak didapati dalil dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist tentang hal ini.

(http://binothaimeen.net/content/11412)

Lalu bagaimana dengan anggapan di masyarakat bahwa orang yang meninggal pada bulan Ramadhan Husnul khotimah. Mari kita lihat hadits lain yang berkaitan dengan meninggal dunia. Ada sebuah hadis yang menyebutkan keutamaan meninggal dunia pada saat ia sedang berpuasa,

من قال لا إله إلا الله ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة، ومن صام يوماً ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة، ومن تصدق بصدقة ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة.

Siapa yang mengucapkan Laa ilaha illallah, dan ia mengucapkannya ikhlas hanya mencari keridhaan Allah dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu, maka ia masuk surga.

Siapa berpuasa sehari dan ikhlas karena Allah, serta menutup akhir hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga.

Siapa bersedekah dengan penuh keikhlasan, dan ia mengakhiri hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga." (HR. Ahmad no 22173, dinilai Shohih oleh Syekh Albani dalam Ahlamul Jana-iz)

namun meninggal pada bulan Ramadhan bagi orang sholih yang bertakwa kepada Allah maka ini adalah pertanda baik, ini adalah kabar baik insya Allah. Bagi dirinya maupun bagi keluarga yang ditinggalkan. Karena pada bulan ini rahmat Allah akan menambah bagi orang-orang yang meninggal pada bulan Ramadhan. 

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah).

Nabi ﷺ juga menerangkan tentang Husnul Khotimah.

إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يوفّقه لعملٍ صالحٍ قبل موته

Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan mempekerjakannya.”

Apa yang dimaksud Allah mempekerjakannya ya Rasulullah?” tanya para sahabat.

Rasulullah ﷺ menjawab, “Dia dimudahkan untuk beramal shalih sebelum meninggalnya.” (HR. Ahmad).

Semoga bahasa yang singkat ini bisa menambah iman dan taqwa kita kepada Allah dan semangat kita untuk senantiasa beramal saleh dan mencegah kemungkaran, aamiin

https://konsultasisyariah.com/34821-keutamaan-meninggal-di-bulan-ramadhan.html

0 Response to "Keutamaan Meninggal Bulan Ramadhan"

Post a Comment

Mohon Tidak Bertanya seputar informasi jemaah haji dan proses rekrutmen. Karena kami diluar kepanitiaan rekrutmen.