Nasib Calon Petugas Haji Indonesia 2020


Banyak dari kita mungkin yang bertanya tentang bagaimana nasib peserta latih petugas kesehatan haji Indonesia tahun 2020 ini. Saya pun juga penasaran, akhirnya saya melakukan pencarian informasi tentang rekrutmen petugas kesehatan haji Indonesia tahun ini.

Dari berbagai sumber yang saya dapatkan, saya mendapatkan informasi bahwa sejak tanggal 15 Maret 2020 Puskeshaji secara resmi menghentikan pelatihan untuk PPIH tenaga kesehatan Arab Saudi sesuai yang terdapat pada website rekrutmen petugas kesehatan haji.

Lalu bagaimana nasib calon tenaga kesehatan haji indonesia lainnya yang rencananya akan ditugaskan dalam kloter. Beberapa daerah telah melakukan pelatihan integrasi untuk melakukan persiapan penyelenggaraan ibadah Haji 2020.

Padahal, pemerintah masih menunggu keputusan dari Arab Saudi, apakah Indonesia akan di izinkan untuk melakukan ibadah haji tahun ini. Akhir bulan ini (Mei) insyaAllah pemerintah akan mengumumkan apakah mau melaksanakan atau menunda pemberangkatan haji tahun 2020.


Ada beberapa fakta menarik tentang pelatihan tenaga kesehatan haji Indonesia tahun ini. Misalnya di Jawa Timur pelatihan tenaga kesehatan haji Indonesia yang dilakukan di Surabaya yaitu di asrama haji menjadi salah satu cluster penyebaran covid 19. Anda dapat melakukan pengecekan di berbagai macam media tentang kebenaran berita tersebut. 

Awal ditemukannya kluster pelatihan kesehatan haji ini adalah pada saat seorang tenaga calon tenaga haji dari kabupaten Blitar atau kota Blitar yang mengalami gejala mirip dengan gejala penyakit covid 19 setelah pulang dari pelatihan integrasi petugas haji 2020 embarkasi Jawa Timur di Surabaya.
Kemudian pasien dirawat di rumah sakit umum daerah setempat, menjalani beberaa tes akhirnya dinyatakan bahwa pasien menderita infeksk virus corona. Dinas kesehatan segera melakukan tracing untuk menemukan kemungkinan penyebaran penyakit covid 19 atau virus Corona di pelatihan yang diselenggarakan di asrama haji Surabaya pada bulan Maret kemarin.

Hasilnya ternyata benar ada beberapa peserta latih yang memiliki gejala seperti penyakit covid 19 dan setelah dites ternyata hasil rapid test untuk penyakit tersebut positif kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan dan didapatkan beberapa pasien mengalami hasil positif.

Sejak saat itu diinstruksikan kepada seluruh calon petugas haji baik dari kementerian kesehatan maupun dari kementerian agama melakukan isolasi di mandiri selama 14 hari untuk menghindari tersebarnya virus korona di masyarakat.

Ini merupakan pelajaran bagi kita semuanya bahwa setiap acara yang dilakukan pada saat pandemi wabah virus corona ini sangat beresiko dan berpotensi menularkan penyakit Covid 19 atau virus Corona kepada orang lain.

Semoga para calon petugas kesehatan haji maupun petugas haji dari kementerian agama di berikan kesembuhan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan bisa bertugas kembali.

Pemerintah masih menunggu apakah penyelenggaraan haji tahun ini tetap ada atau ditiadakan menyusul wabah virus Corona yang terjadi di Timur tengah sampai saat ini masih belum teratasi. 

Sampai saat ini belum ditemukan obat atau dan vaksin yang dapat mengatasi virus Corona tersebut kecuali melakukan isolasi mandiri, physical distancing dan rajin melakukan cuci tangan dengan sabun.


0 Response to "Nasib Calon Petugas Haji Indonesia 2020"

Post a Comment

Mohon Tidak Bertanya seputar informasi jemaah haji dan proses rekrutmen. Karena kami diluar kepanitiaan rekrutmen.