Perbedaan OTG, ODP, PDP dan Confirm Covid-19


Penyakit COVID19 adalah penyakit baru yang diakibatkan oleh virus Corona. Penyakit ini menyerang paru-paru dan juga menyerang organ organ lain sehingga dapat mengakibatkan kematian.



Penanganan penyakit COVID19 telah dilakukan oleh pemerintah dengan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pengendalian COVID19. Gugus ini bertugas untuk membuat panduan dan melakukan kontrol terhadap penanganan penyakit COVID19 yang diakibatkan oleh virus Corona di Indonesia.

Masyarakat sebagai ujung tombak penanganan COVID19 diharapkan bekerjasama dengan pemerintah karena penyakit ini cepat sekali menyebar dan bisa menimbulkan kematian dalam jumlah yang banyak. 

Penyakit COVID19 ini mudah sekali menular bahkan hanya dengan batuk atau bersentuhan tangan dengan penderita coffee 19. Oleh karena itu pemerintah menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk menggunakan masker dan sering-sering mencuci tangan dengan sabun, melakukan physical distancing sehingga mencegah terjadinya penularan virus corona.

Dalam panduan yang di buat oleh kukus penanganan percepatan penanganan konflik 19 di sana ada istilah OTG PDP dan konfirm. Berikut adalah perbedaan OTG, ODP, PDP dan Confirm

OTG (Orang Tanpa Gejala)

Seseorang yang tidak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang konfirmasi COVID-19. Orang tanpa gejala (OTG) merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi COVID-19.

Kontak Erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung (dalam radius 1 meter dengan kasus pasien dalam pengawasan atau konfirmasi/confirm) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Termasuk kontak erat adalah:
  1. Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan APD sesuai standar.
  2. Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan kasus (termasuk tempat kerja, kelas, rumah, acara besar) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.
  3. Orang yang bepergian bersama (radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut/kendaraan dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

ODP(Orang Dalam Pemantauan)

1) Orang yang mengalami demam (≥38°C) atau riwayat demam; atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk 
DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan
DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal*. (Wilayah Transmisi Lokal bisa dilihat di website http://infeksiemerging.kemkes.go.id)

2) Orang yang mengalami gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19.

PDP (Pasien Dalam Pemantauan)

1) Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam (≥38°C) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat# 
DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran 
klinis yang meyakinkan 
DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala
memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal*. Wilayah Transmisi Lokal bisa dilihat di website http://infeksiemerging.kemkes.go.id)

2) Orang dengan demam (≥38°C) atau riwayat demam atau ISPA 
DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19.

3) Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat** yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

**ISPA berat atau pneumonia berat (sesuai Bab III) adalah 
➢ Pasien remaja atau dewasa dengan demam atau dalam pengawasan infeksi saluran napas, ditambah satu dari: frekuensi napas >30 x/menit, distress pernapasan berat, 
atau saturasi oksigen (SpO2) <90% pada udara kamar.

➢ Pasien anak dengan batuk atau kesulitan bernapas, ditambah setidaknya satu dari berikut ini: 
- sianosis sentral atau SpO2 <90%; 
- distres pernapasan berat (seperti mendengkur, tarikan dinding dada yang berat); 
- tanda pneumonia berat: ketidakmampuan menyusui atau minum, letargi atau penurunan kesadaran, atau kejang. 
- Tanda lain dari pneumonia yaitu: tarikan dinding dada, takipnea :
<2 bulan, ≥60x/menit; 
2–11 bulan, ≥50x/menit; 
1–5 tahun, ≥40x/menit;
>5 tahun, ≥30x/menit.

CONFIRM
Pasien yang terinfeksi COVID-19 dengan hasil pemeriksaan tes positif melalui pemeriksaan PCR.

Itulah Perbedaan OTG, ODP, PDP dan Konfirm. Untuk informasi lebih lanjut silahkan membaca Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang diterbitkan resmi oleh Pemerintah.

Semoga wabah ini segera berakhir, dan Indonesia kembali menjadi negara yang aman.

0 Response to "Perbedaan OTG, ODP, PDP dan Confirm Covid-19"

Post a Comment

Mohon Tidak Bertanya seputar informasi jemaah haji dan proses rekrutmen. Karena kami diluar kepanitiaan rekrutmen.