Tuntunan Nabi Agar Terhindar dari Sifat Munafik


Salah satu penyakit hati yang paling berbahaya adalah sifat munafik. Sifat munafik adalah sifat yang tercela dalam Islam karena dapat memasukkan orang yang mempunyai sifat tersebut ke dalam neraka. 

Sifat munafik atau nifaq ini sudah terjadi sejak zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di mana ketika itu orang-orang kafir mendatangi orang-orang mukmin, kemudian mengatakan bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, namun ketika mereka kembali ke kaum mereka mereka berkata sesungguhnya kami hanya bersenda gurau belaka (mengolok-olok saja).


Allah berfirman (yang artinya), “Apabila mereka menjumpai orang-orang mukmin, mereka berkata, ‘Kami telah beriman.’ Namun jika mereka menyendiri beserta dedengkot-dedengkotnya, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami di pihak kalian. Hanya saja kami hendak mengolok-olok kaum mukmin.’ Allah akan mengolok-olok mereka dan menelantarkan mereka dalam kedurhakaan, sedangkan mereka dalam keadaan bimbang” (QS Al-Baqarah 14-15).


Inilah sifat munafik sifat yang dibenci oleh Allah subhanahu wa ta'ala sifat yang ucapannya berbeda dengan apa yang dilakukannya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menerangkan bahwa ciri orang munafik ada 3.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap 
berdustajika membuat janji ingkar, dan jika dipercayai mengkhianati” (HR Al-Bukhari, Kitab Iman, Bab Tanda-tanda Orang Munafik, no. 33 dan Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan Sifat-Sifat Orang Munafik, no. 59).

Dalam riwayat lain,
وِ إِنْ صَامَ وَ صَلَّى وَ زَعَمَ أَنُّه مُسْلِمٍ

“Dan apabila ia mengerjakan puasa dan shalat, ia menyangka bahwa dirinya seorang muslim” (HR Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan Sifat-Sifat Orang Munafik, no. 59).

Tuntunan Rasulullah agar Terhindar dari Sifat Munafik

Dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَن صلَّى للَّهِ أربعينَ يومًا في جماعةٍ يدرِكُ التَّكبيرةَ الأولَى كُتِبَ لَه براءتانِ : براءةٌ منَ النَّارِ ، وبراءةٌ منَ النِّفاقِ

"Barangsiapa yang shalat berjama'ah selama 40 hari (tanpa terputus) dan mendapatkan takbir pertama (dari imam), maka ia akan mendapatkan dua kebebasan: bebas dari api neraka dan bebas dari penyakit nifaq" (HR. At Tirmidzi no. 241, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).


Rasulullah mengajarkan agar kita senantiasa melaksanakan salat berjamaah selama 40 hari dan mendapatkan takdir yang pertama artinya tidak ketinggalan rakaat pertama (bukan makmum masbuk) agar terhindar dari sifat munafik ini dan terbebas dari api neraka.

Do'a agar terlindung dari Kekufuran dan Kemunafikan

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَالْكُفْرِ ، وَالْفُسُوقِ ، وَالشِّقَاقِ ، وَالنِّفَاقِ ، وَالسُّمْعَةِ ، وَالرِّيَاءِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekufuran, kefasikan, kedurhakaan, kemunafikan, sum’ah, dan riya’.”
(HR Al-Hakim (1944) dan dishahihkan al-Albani.)

Semoga kita dipermudah oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk melaksanakan hal tersebut sehingga kita bisa terhindar dari sifat munafik dan api neraka, aamiin

0 Response to "Tuntunan Nabi Agar Terhindar dari Sifat Munafik"

Post a Comment

Mohon Tidak Bertanya seputar informasi jemaah haji dan proses rekrutmen. Karena kami diluar kepanitiaan rekrutmen.